Iklan 3360 x 280
iklan tautan
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta Kementerian Pertahanan memberi perhatian terhadap alat utama sistem pertananan (Alutsista) TNI Angkatan Udara.
Hal itu disampaikan saat Megawati Soekarnoputri dan rombongan hadir dalam pembekalan calon perwira TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7/2017).
Hadir pula saat itu anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon dan Andreas Hugo Pereira. Kehadiran kedua anggota Komisi I DPR RI itu dimanfaatkan Gatot Nurmantyo untuk mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahan untuk memperhatikan Alutsista TNI AU.
"Saya ingin sampaikan langsung kepada Presiden dan pemerintah dalam hal ini Kemenhan bahwa kondisi alutsista TNI AU saat ini paling parah sepanjang masa," katanya.
Ia pun membeberkan soal kondisi alutsista yang dimiliki TNI AU. "Pesawat tempur F5E sudah tidak berjalan sejak 1,5 tahun lalu, pesan Sukhoi juga tidak jadi-jadi," katanya.
Ia berharap melalui Komisi I bisa menekan Kementerian Pertahanan untuk membeli sejumlah alutsista. "Saya harap melalui Komisi I bisa menekan Kemenhan untuk segera membeli Sukhoi-35 bagi TNI AU dan Kapal Selam Kelas Kilo untuk TNI AL," ujarnya di akhir acara.
Bagi Gatot, keberadaan alutsista TNI AU sangat penting. Mengingat Indonesia harus mulai memperkuat diri menghadapi konfrontasi dari negara lain, terutama Vietnam.
"Vietnam saat ini mulai berani dengan kita karena merasa memiliki armada yang kuat. Mereka punya kapal selam kelas kilo sedangkan kita tidak," ujarnya.
Dalam acara tersebut Megawati Soekarnoputri memberi pembekalan kepada 437 siswa taruna TNI jelang pelantikan di Istana Negara tanggal 25 Juli 2017 mendatang.
Megawati juga didamping Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, dan lain-lain.
Mengapa Indonesia harus memilih Kapal Selam?
Taktik paling ideal kapal selam adalah stealth atau rahasia, beroperasi secara tertutup (covert) sampai dapat mendekati musuh, kemudian mengamati, melaporkan atau melaksanakan aksi manuver sesuai misi yang diemban. Dengan posisi yang tepat dan covert, kapal selam mampu untuk menyerang musuh dengan cepat tanpa terdeteksi. Kapal selam juga mampu beroperasi sendiri sebagai tanda dukungan dari satuan atau unsur lain.
Dengan kemampuan inilah, kapal selam memberikan berbagai pilihan terhadap pemerintah Indonesia, khususnya untuk TNI AL dalam merencanakan pilihan atau respons dalam bentuk berbagai operasi militer. TNI AL dapat mengirimkan kekuatan kapal selam untuk mengobservasi suatu kegiatan di daerah konflik, dengan tetap memiliki keuntungan deteksi dan inisiatif tanpa terdeteksi.
Selain itu, stealth dan operasi covert kapal selam memberikan suatu kemampuan asimetris terhadap negara pengguna kapal selam. Besarnya pengaruh dari kemampuan asimetris ini tergantung pada ukuran dan jumlah kapal selam dalam satu satuan.
Kapal selam diharapkan bisa beroperasi di seluruh perairan yang menjadi perhatian khusus dan area rawan, sehingga musuh akan berpikir lebih dalam untuk meramu taktik anti kapal selam (AKS). Musuh juga memerlukan anggaran yang lebih besar dalam mengembangkan kemampuan untuk menangkal operasi kapal selam, baik teknologi AKS, kapal permukaan dan unsur AKS lainnya. Inilah yang menyebabkan mengapa kapal selam mempunyai kemampuan asimetris.
Kemampuan asimetris ini yang dapat dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk mempengaruhi suatu kejadian dengan menghadirkan kapal selam di kawasan regional. Karena kapal selam mampu beroperasi sendiri dengan memanfaatkan keuntungan akses di seluruh perairan Indonesia dimana unsur TNI yang lain tidak mampu melaksanakannya. Keuntungan akses kapal selam ini dapat digunakan dalam melaksanakan pengamatan dan penyerangan terhadap musuh di mandala perang atau di wilayah musuh sendiri.
Mencermati perkembangan lingkungan geografi dan strategis, negara-negara di kawasan Indo-Pasifik memiliki pandangan yang sama tentang pentingnya laut dan untuk itu mereka saling meningkatkan kekuatan maritim masing-masing. Pengadaan kapal selam pun meningkat dimana negara-negara tersebut menilai tentang pentingnya karakteristik kapal selam.
Ancaman kapal selam di kawasan pun meningkat dan memberikan tantangan sulit untuk TNI AL di masa mendatang. Walaupun negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia bersifat netral, namun Indonesia wajib untuk tetap meningkatkan pengamatan secara strategis, kemampuan deteksi dan tingkat kewaspadaan.
Memang anggaran dan kekuatan militer kita terbatas, namun Indonesia mempunyai peranan penting dalam mempertahankan kestabilan regional dan global melalui strategi pengamanan kawasan. Sehingga untuk menentukan suatu strategi, bisa dalam diplomatik, ekonomi atau militer, Indonesia harus lebih berpikir asimetris yaitu sedikit unsur dengan efek penggentar yang besar, artinya kebutuhan akan kapal selam adalah sangat perlu.
Sumber: tribun | maritimnews
Sumber: tribun | maritimnews

